Concok Saprahan Makan Adat Dayak Bekatik

Concok Saprahan Makan Adat Dayak Bekatik . Makan bersama secara lesehan dengan mengahadap hamparan makanan dalam suatu acara bukan saja ada etnis Melayu. Adat yang menyimbolkan kebersamaan itu milik etnis Dayak. Oleh Dayak Bekatik, saprahan itu dinamakan “Concok.”

Concok Saprahan Makan Adat Dayak Bekatik

Concok Saprahan Makan Adat Dayak Bekatik

“Concoks namanya, modelnya makan bersama, dalam adat Melayu dinamakan saprahan,” kata Sigit, pemuda yang sedang menggelar acara Concok di di Jalan Pahlawan Kelurahan Bumi Emas Kecamatan Bengkayang, Bengkayang, Senin (7/3).

Concok ini dilaksanakan dalam gawai selamatan, seperti pernihakan, sunatan, atau kegiatan lain yang mengundang para tamu dalam hajat tertentu.

“Kalau kita, dalam menyuguhkan makanan kepada tamu, ada dua model yang kita lakukan, pertama makan prasmanan dan Concok,” jelas Sigit.

Concok sendiri dilakukan warga atau keluarga yang datang dari kampung. Secara mayorits Concok diikuti para warga atau undangan dan identik dengan pemotongan hewan korban.

Baca juga :  Angelina Jolie dan Angry Birds

Simak Pangeran Anom Sambas Sang Penakluk Pasukan Inggris

” Daging itu kemudian dibagikan kepada warga yang hadir, dan pembagian menggunakan sistem yang telah disepakati,” jelas Sigit.

Concok Saprahan Makan Adat Dayak

Cara pembagian hewan itu ada, pertama berdasarkan kedekatan keluarga, dan berdasarkan siapa yang paling besar memberikan uang atau amplop kepada tuan rumah yang menggelar acara. Pembagian juga menggunakan sistem orang pertama orang kedua orang ketuga dan seterusnya.

” Orang pertama mendapatkan kepala hewan, orang kedua mendapatkan paha, dan orang ketiga mendapatkan bahu hingga tangan. Daging yang lain dibagikan secara merata kepada warga lain yang ikut Concok tersebut,” jelas Sigit.

Setelah dibagikan secara merata, kepada para warga atau keluarga yang mendapatkan daging tersebut dipersilahkan untuk membawa pulang ke rumah masing masing.

Baca juga :  Cara menghilangkan bau mulut

” Daging yang dibagibagikan tadi untuk mereka, dan mereka berkenan untuk membawa pulang,” ujar Sigit lagi.

Simak Juga KH.Muhammad Zaini Abdul Ghani Sekumpul Martapura Dan Karomahnya

Dalam Concok ini juga dikenal Gador. Gador itu erat kaitannya dengan jumlah warga yang diundang. Biasanya dalam satu gador minimal ada enam puluh orang. Dan dalam Gador itu disediakan satu hewan.

“Itu minimal, bila gadornya lebih banyak, maka hewan yang dikorban juga akan lebih banyak,” jelas Sigit lagi.

Concok Saprahan Makan Adat Dayak Bekatik  merupakan budaya asli Indonesia yang harus tetap dilestarikan

 

Leave a Reply