Adab Menikah Sesuai Syariat Islam Habib Ali Aljufri

 

Sumber Facebook Habib Ali Aljufri

Adab Menikah Sesuai Syariat Islam Habib Ali Aljufri. Ulama salaf yang alim dan luas ilmunya Alhabib Ali Aljufri menjelaskan tentang adab-adab menikah sesuai dengan syariat islam. Seorang perlu menikah apabila ia benar memerlukannya,lelaki berhak memilih akan tetapi pilihlah yang baik agamanya karena itu yang terbaik.

Adab Menikah Sesuai Syariat Islam Habib Ali Aljufri

Adab Menikah Sesuai Syariat Islam Habib Ali Aljufri

Cara memilih pasangan,setelah melakukan ikhtiar atau pencarian dengan baik.Selanjutnya melihat pasangan tampa berduaan setelah setuju,disunahkan untuk bertunangan.Dengan cara pergi ke rumah para wali perempuan,lalu mengadakan majelis antara kedua wali selanjutnya dalam majelis diliputi dengna memuji Allah SWT dan bersholawat kepada Nabi saw.

Dan mengajak untuk bertakwa kepada Allah SWT.Seterusnya meminta walinya untuk menerima tunangan selagi sang pria terdapat sifat-sifat yang diridhoi Allah.Menutup majelis pertunangan dengan bacaan alfatehah.Bertawasul kepada Allah SWT dengan amalan sholeh,tak lain yang termasuk salah satu amalan sholeh adalah membaca alfatehah.

Adab Menikah Sesuai Islam Habib Ali Aljufri
Kemudian keduanya haruslah memahami,kalau bertunangan tidak menjadikan keduanya muhrim.Termasuk berjalan bersama,photo pernikahan,apalagi melakukan hubungan(zina).

Kemudian sewaktu melangsungkan pernikahan.Maka perlulah menghiasi acara pernikahan dengan majelis yang baik.Pentingkanlah kehadiran orang-orang yang baik dan orang yang sholeh.

Kebanyakan manusia,telah mengharapkan kehadiran orang-orang terkenal karena dunia,mereka hanya menginginkan berbangga-bangga dan bermegah-megah kepada orang lain.

Sebenarnya yang diharapkan adalah kamu bermegah-megah di hari kiamat.Terdapat perbedaan antara mereka yang bermegah-megah pernikahannya dengan mereka yang berkehendak agar Nabi saw berbangga dengan perkawinannya di hari kiamat kelak.Mereka perlu mencari orang yang soleh untuk mendoakan perkawinan mereka.Maknanya adalah ia mengajak keluarga,tetangga,sahabat dan para hadiri untuk tidak memandang kedudukan duniawi yang akan binasa.

Baca juga :  Pulau buatan terindah di dubai

Dia juga menjaga dari berlakunya perkara-perkara mungkar dalam perkawinan.Perkara mungkar dalam perkawinan sering terlihat pada zaman sekarang,bercampurnya antara laki-laki dan perempuan.Mereka berhias berlebihan yang tidak diridhoi Allah,juga hal mubadzir(berlebih-lebihan) yang bertujuan agar terlihat megah.Berlakunya banyak kemungkaran dalam pernikahan,inilah yang harus dijauhi mukmin.Kebanyakan orang apabila diberitakan perkara ini,ia berkata ,’Ini satu kali dalam hidup’

Namun siapakah yang berkata ?
Hubunganmu dengan Tuhanmu tidak berarti dengan kegembiraan seperti ini.Akan tetapi,kami selalu mendoakan agar kebahagian ini tidak berlangsung di dunia satu malam,satu bulan,maupun satu tahun.Kami mengharapkan kebahagian selamanya di dunia dan ahirat.Kedatangan agama ini bukan untuk menghalangi dari kegembiraan. Nabi saw bersabda,’Sebarkan berita pernikahan ini,langsungkannya di masjid-masjid serta mainkan kompang padanya’
Nabi saw menjadikan alat musik kompang(alat musik pukul) untuk menghibur para hadirin dengan kata-kata yang baik.Dan para wanita boleh menari yang dilihat oleh wanita sendiri(ditempat tertutup tampa lelaki) dengan tidak menghilangkan adab-adab mereka.Demikian lelaki juga boleh melakukan tarian sesuai dengan adab-adab laki-laki.Sebagaimana Rosul saw mengizinkan orang-orang Habsyah menari pada hari raya di Masjid Nabawiy.

Ketika itu Sayyidah Aisyah ra ingin melihat tarian itu,Nabi saw bertanya,’Adakah kamu ingin untuk melihat mereka ?’ sebagaimana diriwayatkan oleh Sahih Muslim.Sayyidah Aisyah ra menjawab,’Benar’.Nabi saw berdiri dihadapan pintunya dan melindungi Sayyidah Aisyah ra agar tidak terlihat pandangan lelaki.Baginda saw membenarkan untuk melihat tarian Habyah.Sayyidah Aisyah ra berkata,’Setelah kepalaku jemu,lalu aku letakkan kepalaku diatas bahu Rosulullah saw‘.Bertuah kepala yang diletakkan di bahu Baginda Nabi Muhammad saw.Sehingga istirahatnya,telah menjadi pelajaran bagi umat sekarang.Dan Sayyidah Aisyah ra mengatakan,’ketika aku meletakkan kepalaku di atas bahunya,Baginda mengembalikanku kedalam bilik.Merekapun meneruskan tariannya sambil memuji Rosul saw dalam bahasa Habsyah.Mereka mengumandangkan pujian seperti Muhammad adalah lelaki yang sholeh.Ini semua adalah kebahagian dari hiburan yang dianjurkan.

Baca juga :  Transportasi Online Siap Didukung Pemerintah

Baca Juga

KH.MUHAMMAD ZAINI ABDUL GHANI SEKUMPUL MARTAPURA DAN KAROMAHNYA

 

Wahai saudaraku,
adakah kita sanggup mengawali rumahtangga kita dengan menyalahi aturan Allah SWT ?
Adakah yang layak daripada wanita muslim dan mukmin untuk menutupi auratnya.Dari kecil menutup aurat,hingga masa perkawinanya ia tega menanggalkan hijabnya (penutup aurat).Adakah layak,bagi seorang lelaki(suami) menunjukkan istrinya untuk sekadar memamerkan kecantikannya.Kita telah terbiasa mengangkat diri kita untuk berbangga-bangga kepada orang lain.Seperti seorang yang membeli kereta baru,lalu dia tunjuk-tunjukkan kereta tersebut ke orang lain agar mereka melihatnya.Seolah-olah ia membelinya kereta bukan karena niat,tetapi agar orang lain melihat kereta tersebut.Sifat seperti inilah adalah sifat buruk manusia yang tidak boleh terus meningkat.Akan tetapi,pada zaman ini,perkara seperti ini telah melampaui batas kemanusiaan.

Manusia seakan menujukkan perkara ini perkara itu terus menerus sehingga lupa dengan tujuan yaitu Allah SWT.Renungilah saudaraku,..

Adab Menikah Sesuai Syariat Islam Habib Ali Aljufri airkobokan.com

Incoming search terms:

  • habib ali al jufri menjaga pandangan

Leave a Reply